Mengukir Kenangan di Hari Terakhir: Perpisahan yang Penuh Haru di SMAN 10 Batanghari
LAVONTEN — suasana haru dan kebahagiaan bercampur menjadi satu dalam acara perpisahan yang mengharukan di SMAN 10 Batanghari, Kamis, 24 April 2025. Hari itu, para siswa-siswi kelas 12 menutup lembaran tiga tahun perjalanan mereka di bangku SMA, menyisakan kenangan indah dan cerita yang tak akan terlupakan.
Acara dimulai dengan sentuhan penuh emosi dari sambutan Kepala Sekolah, Ibu Ratih Budiharti, S.Pd. “Kami merasa bangga melihat kalian berkembang menjadi pribadi yang siap menghadapi dunia luar,” katanya dengan mata yang tak dapat menyembunyikan haru. Kata-katanya menjadi pengingat bahwa perpisahan ini bukan hanya tentang meninggalkan sekolah, tetapi tentang melangkah ke tahap baru dalam hidup yang lebih besar.
Tapi yang paling menonjol, tentu saja, adalah penampilan-penampilan yang dipersiapkan dengan penuh cinta oleh siswa-siswi kelas 10 dan 11. Dari tari tradisional yang memukau, alunan musik akustik yang menyentuh, hingga video kenangan yang mengalir dengan momen-momen bahagia dan penuh tawa, semuanya membawa penonton pada perjalanan panjang yang telah dilalui kelas 12. Tidak jarang, air mata jatuh, menandakan bahwa setiap tawa dan setiap langkah bersama telah meninggalkan bekas yang mendalam di hati.
Namun, saat yang paling menggugah datang ketika M. Kevin Satria, Ketua OSIS sekaligus perwakilan siswa kelas 12, berdiri untuk menyampaikan pidato perpisahan. Suaranya bergetar, penuh emosi, saat ia mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah memberikan lebih dari sekadar pelajaran. “Kami tidak hanya belajar di sini, tapi kami juga diajarkan tentang kehidupan. Kami berterima kasih atas ilmu, bimbingan, dan kasih sayang yang telah diberikan oleh bapak dan ibu guru,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Kata-katanya menggema di hati setiap orang yang hadir, menggambarkan betapa dalamnya rasa terima kasih dan kesedihan yang mereka rasakan.
Ketika pidato selesai, suasana semakin melankolis. Tidak ada lagi yang bisa menghalangi air mata yang jatuh, baik dari siswa maupun guru. Namun, di balik kesedihan itu, ada kebanggaan yang besar—sebuah kebanggaan yang terukir di wajah para lulusan yang kini siap menghadapi dunia yang lebih luas.
Akhirnya, acara ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan, di mana tawa dan pelukan menjadi bukti bahwa meskipun perpisahan itu berat, mereka tahu bahwa ikatan yang telah terjalin tak akan pernah pudar. Dengan senyum kebanggaan di wajah mereka, para lulusan melangkah keluar dari gedung dengan tekad baru—siap menaklukkan dunia di luar sana.
Perpisahan itu mungkin menyakitkan, tetapi bagi para siswa-siswi kelas 12 SMAN 10 Batanghari, ini hanyalah awal dari babak baru dalam kehidupan mereka.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Rekam Langkah Terakhir, Siswa Kelas XII SMA 10 Batanghari Abadikan Kebersamaan
MUARA BULIAN, LAVONTEN – Selasa, 10 Februari, siswa kelas XII angkatan 2024/2025 SMA Negeri 10 Batanghari melaksanakan pembuatan video kenangan di kelas masing-masing. Kegiatan in
Basah Kuyup Penuh Tawa, Kelas XII SMA 10 Batanghari Abadikan Momen Terakhir
MUARA BULIAN, LAVONTEN – Suasana lapangan SMA Negeri 10 Batanghari mendadak ramai dan penuh tawa saat siswa kelas XII melaksanakan pembuatan video angkatan. Kegiatan ini menjadi s
Langkah Terakhir Penuh Doa di SMA 10 Batang Hari
MUARA BULIAN, LAVONTEN – Siswa kelas XII SMA Negeri 10 Batanghari menggelar kegiatan doa bersama yang dilaksanakan di kelas bagian belakang sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung
Khidmat dan Penuh Kebersamaan, Jumat Religi SMA Negeri 10 Batanghari Sambut Ramadhan 2026
MUARA BULIAN, LAVONTEN – SMA Negeri 10 Batanghari kembali menggelar kegiatan rutin Jumat Religi yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan di lapangan basket sekolah. Ke
Buka Wawasan Dunia Kampus, Politeknik Jambi Kunjungi SMA 10 Batanghari
MUARA BULIAN, LAVONTEN – Suasana berbeda terasa di SMA Negeri 10 Batanghari saat menerima kunjungan dari Politeknik Jambi dalam rangka kegiatan sosialisasi pendidikan tinggi bagi